WabilAsharihum yastaghfirun - Darwono Tuan Guru Log In
wamaa kaanallohu liyu'azzibahum wa angta fiihim, wa maa kaanallohu mu'azzibahum wa hum yastaghfiruun "Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 33) 4.
Wabilashaari hum yastaghfiruun.. Ciri ahli surga adalah mereka banyak membaca istighfar di waktu sahur..
Begitujuga di dalam surat ad-Dzariat ayat 18, wa bil ashari hum yastaghfirun. Artinya, di waktu-waktu sahurlah mereka beristighfar. "Kita panjatkan, lantunkan istighfar di tengah malam. Maka segala yang sulit, akan menjadi mudah. Segala yang sempit, akan menjadi lapang. Segala yang rumit, akan menjadi solusi.
. وَلَا تَكُوۡنُوۡا كَالَّذِيۡنَ قَالُوۡا سَمِعۡنَا وَهُمۡ لَا يَسۡمَعُوۡنَ Wa laa takuunuu kallaziina qooluu sami'naa wa hum laa yasma'uun 21. dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan karena hati mereka mengingkarinya. اِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ عِنۡدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الۡبُكۡمُ الَّذِيۡنَ لَا يَعۡقِلُوۡنَ Inna sharrad dawaaabbi 'indal laahis summul bukmul laziina laa ya'qiluun 22. Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu tidak mendengar dan memahami kebenaran yaitu orang-orang yang tidak mengerti. وَلَوۡ عَلِمَ اللّٰهُ فِيۡهِمۡ خَيۡرًا لَّاَسۡمَعَهُمۡؕ وَلَوۡ اَسۡمَعَهُمۡ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمۡ مُّعۡرِضُوۡنَ Wa law 'alimal laahu fiihim khairal la asma'ahum; wa law asma'ahum latawallaw wa hum mu'riduun 23. Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَجِيۡبُوۡا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوۡلِ اِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيۡكُمۡۚ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوۡلُ بَيۡنَ الۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهٖ وَاَنَّهٗۤ اِلَيۡهِ تُحۡشَرُوۡنَ Yaaa aiyuhal laziina aamanus tajiibuu lillaahi wa lir Rasuuli izaa da'aakum limaa yuhyiikum wa'lamuuu annal laaha yahuulu bainal mar'i wa qalbihii wa anahuuu ilaihi tuhsharuun 24. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. وَاتَّقُوۡا فِتۡنَةً لَّا تُصِيۡبَنَّ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا مِنۡكُمۡ خَآصَّةً ۚ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ Wattaquu fitnatal laa tusiibannal laziina zalamuu minkum khaaaassatanw wa'lamuuu annal laaha shadiidul 'iqoob 25. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. وَاذۡكُرُوۡۤا اِذۡ اَنۡـتُمۡ قَلِيۡلٌ مُّسۡتَضۡعَفُوۡنَ فِى الۡاَرۡضِ تَخَافُوۡنَ اَنۡ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَاٰوٰٮكُمۡ وَاَيَّدَكُمۡ بِنَصۡرِهٖ وَرَزَقَكُمۡ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ Wazkuruuu iz antum qaliilum mustad 'afuuna filardi takhaafuuna ai yatakhat tafakumun naasu fa aawaakum wa aiyadakum binasrihii wa razaqakum minat taiyibaati la'allakum tashkuruun 26. Dan ingatlah ketika kamu para Muhajirin masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi Mekah, dan kamu takut orang-orang Mekah akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap Madinah dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَخُوۡنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوۡلَ وَتَخُوۡنُوۡۤا اَمٰنٰتِكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ Yaaa aiyuhal laziina aamanuu laa takhuunal laaha war Rasuula wa takhuunuuu amaanaatikum wa antum ta'lamuun 27. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَاۤ اَمۡوَالُكُمۡ وَاَوۡلَادُكُمۡ فِتۡنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنۡدَهٗۤ اَجۡرٌ عَظِيۡمٌ Wa'lamuuu annamaaa amwaalukum wa awlaadukum fitnatunw wa annal laaha 'indahuuu ajrun aziim 28. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّـكُمۡ فُرۡقَانًا وَّيُكَفِّرۡ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡؕ وَ اللّٰهُ ذُو الۡفَضۡلِ الۡعَظِيۡمِ Yaaa aiyuhal laziina aamanuuu in tattaqul laaha yaj'al lakum furqoonanw wa yukaffir 'ankum saiyi aatikum wa yaghfir lakum; wallaahu zul fadlil 'aziim 29. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan kemampuan membedakan antara yang hak dan batil kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah memiliki karunia yang besar. وَاِذۡ يَمۡكُرُ بِكَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لِيُثۡبِتُوۡكَ اَوۡ يَقۡتُلُوۡكَ اَوۡ يُخۡرِجُوۡكَؕ وَيَمۡكُرُوۡنَ وَيَمۡكُرُ اللّٰهُؕ وَاللّٰهُ خَيۡرُ الۡمٰكِرِيۡنَ Wa iz yamkuru bikal laziina kafaruu liyusbituuka aw yaqtuluuka aw yukhrijuuk; wa yamkuruuna wa yamkurul laahu wallaahu khairul maakiriin 30. Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu daya terhadapmu Muhammad untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. وَاِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُنَا قَالُوۡا قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَـقُلۡنَا مِثۡلَ هٰذَٓا ۙ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّاۤ اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَ Wa izaa tutlaa 'alaihim Aayaatunaa qooluu qad sami'naa law nashaaa'u laqulnaa misla haazaaa in haazaaa illaaa asaatiirul awwaliin 31. Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar ayat-ayat seperti ini, jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu." وَاِذۡ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنۡ كَانَ هٰذَا هُوَ الۡحَـقَّ مِنۡ عِنۡدِكَ فَاَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَآءِ اَوِ ائۡتِنَا بِعَذَابٍ اَ لِيۡمٍ Wa iz qoolul laahumma in kaana haazaa huwal haqqa min 'indika fa amtir 'alainaa hijaaratam minas samaaa'i awi'tinaa bi 'azaabin alaiim 32. Dan ingatlah, ketika mereka orang-orang musyrik berkata, "Ya Allah, jika Al-Qur'an ini benar wahyu dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ Wa maa kanal laahu liyu'az zibahum wa anta fiihim; wa maa kaanal laahu mu'az zibahum wa hum yastaghfiruun 33. Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau Muhammad berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan menghukum mereka, sedang mereka masih memohon ampunan. وَمَا لَهُمۡ اَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللّٰهُ وَهُمۡ يَصُدُّوۡنَ عَنِ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ وَمَا كَانُوۡۤا اَوۡلِيَآءَهٗ ؕ اِنۡ اَوۡلِيَآؤُهٗۤ اِلَّا الۡمُتَّقُوۡنَ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُوۡنَ Wa maa lahum allaa yu'az zibahumul laahu wa hum yasudduuna 'anil Masjidil-Haraami wa maa kaanuuu awliyaaa'ah; in awliyaaa' uhuuu illal muttaquuna wa laakinna aksarahum laa ya'lamuun 34. Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi orang untuk mendatangi Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasainya, hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمۡ عِنۡدَ الۡبَيۡتِ اِلَّا مُكَآءً وَّتَصۡدِيَةً ؕ فَذُوۡقُوا الۡعَذَابَ بِمَا كُنۡتُمۡ تَكۡفُرُوۡنَ Wa maa kaana Salaatuhum 'indal Baiti illa mukaaa anw-wa tasdiyah; fazuuqul 'azaaba bimaa kuntum takfuruun 35. Dan shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ لِيَـصُدُّوۡا عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ ؕ فَسَيُنۡفِقُوۡنَهَا ثُمَّ تَكُوۡنُ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةً ثُمَّ يُغۡلَبُوۡنَ ؕوَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اِلٰى جَهَـنَّمَ يُحۡشَرُوۡنَۙ Innal laziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyasudduu 'an sabiilil laah; fasayunfiquunahaa summa takuunu 'alaihim hasratan summa yughlabuun; wal laziina kafaruuu ilaa Jahannnama yuhsharuuna 36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi orang dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan, لِيَمِيۡزَ اللّٰهُ الۡخَبِيۡثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَ يَجۡعَلَ الۡخَبِيۡثَ بَعۡضَهٗ عَلٰى بَعۡضٍ فَيَرۡكُمَهٗ جَمِيۡعًا فَيَجۡعَلَهٗ فِىۡ جَهَـنَّمَؕ اُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ Liyamiizal laahul khabiisa minat taiyibi wa yaj'alal khabiisa ba'dahuu 'ala ba'din fayarkumahuu jamii'an fayaj'alahuu fii Jahannnam; ulaaa'ika humul khaasiruun 37. agar Allah memisahkan golongan yang buruk dari yang baik dan menjadikan golongan yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. قُلْ لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اِنۡ يَّنۡتَهُوۡا يُغۡفَرۡ لَهُمۡ مَّا قَدۡ سَلَفَۚ وَاِنۡ يَّعُوۡدُوۡا فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ الۡاَوَّلِيۡنَ Qul lillaziina kafaruuu iny yantahuu yughfar lahum maa qad salafa wa iny ya'uuduu faqad madat sunnatul awwaliin 38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu Abu Sufyan dan kawan-kawannya, "Jika mereka berhenti dari kekafirannya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi memerangi Nabi sungguh, berlaku kepada mereka sunnah Allah terhadap orang-orang dahulu dibinasakan." وَقَاتِلُوۡهُمۡ حَتّٰى لَا تَكُوۡنَ فِتۡنَةٌ وَّيَكُوۡنَ الدِّيۡنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِۚ فَاِنِ انْـتَهَوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ Wa qootiluuhum hattaa laa takuuna fitnatunw wa yakuunaddiinu kulluhuu lillaah; fainin tahaw fa innallaaha bimaa ya'maluuna Basiir 39. Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti dari kekafiran, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. وَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَوۡلٰٮكُمۡؕ نِعۡمَ الۡمَوۡلٰى وَنِعۡمَ النَّصِيۡرُ Wa in tawallaw fa'lamuuu annal laaha mawlaakum; ni'mal mawlaa wa ni'man nasiir 40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Assalaamu’alaikum, Hallo Sobat pada artikel ini akan diuraikan hukum tajwid surat Adz Dzariyat ayat 15-18. Dikutip dari wikishia, Surah Adz-Dzariyat bahasa Arabالذاريات, artinya “Angin Yang Menerbangkan” adalah surah ke-51 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-67 sesuai dengan urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini termasuk salah satu surah Makkiyah sebab diturunkan di kota Mekkah. Surah Al-Dzariyat dimulai dengan kata Adz-Dzariyat artinya angin-angin yang menerbangkan. Pada awal surah ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan sumpah dengan lima persoalan kemudian diakhiri dengan pernyataan bahwa janji-NYA itu hak dan pasti benar terlaksana, ganjaran ukhrawi adalah niscaya dan nyata akan terwujud. Surat Adz Dzariyat berada pada juz 26-27, terdiri dari 60 ayat, 360 huruf dan 1546 kata. Surat Adz Dzariyat ayat 15 berisi tentang gambaran balasan bagi orang-orang yang bertaqwa, mereka berada didalam taman-taman syurga dan mata air. Surat Adz Dzariyat ayat 16 berisi ciri-ciri orang yang bertaqwa, dimana didunia dahulu mereka orang-orang yang selalu berbuat baik. Surat Adz Dzariyat ayat 17 berisi tanda-tanda orang mukmin yang bertaqwa, dimana mereka didunia sedikit sekali tidur pada waktu malam, ayat ini menjadi salah satu anjuran untuk mendirikan shalat malam atau shalat tahajud. Surat Adz Dzariyat ayat 18 berisi tanda orang yang bertaqwa, dimana mereka selalu memohon ampunan di waktu sahur. Waktu sahur itu dinihari antara jam 3 sampai jam 4 malam. Pembahasan artikel ini mencakup hukum mad, hukum nun dan mim sukun, qolqolah, hukum bacaan ra, ghunnah, serta alif lam yang ada pada surat Adz Dzariyat. Hukum menerapkan kaidah ilmu tajwid ketika membaca Al-Quran adalah fardhu ain, sedangkan mempelajari teorinya termasuk fardhu kifayah. Pembahasan ini diterbitkan bertujuan untuk membantu umat Islam memahami hukum tajwid secara benar. Adapun prakteknya, setiap muslim dianjurkan untuk tetap belajar kepada seorang guru secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang sebaiknya merutinkan membaca Al-Quran, karena ini adalah ibadah yang berpahala. Baiklah, agar bacaan Al Quran kita menjadi bagus, kita akan langsung membahas hukum tajwid dari surat Adz Dzariyat ayat 15-18 di bawah ini. اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْمِ اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ innal-muttaqiina fii jannaatiw wa uyuun “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman surga dan mata air,” QS. Az-Zariyat 51 Ayat 15. اٰخِذِيْنَ مَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَ aakhiziina maaa aataahum robbuhum, innahum kaanuu qobla zaalika muhsiniin “mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik,” QS. Az-Zariyat 51 Ayat 16. كَا نُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ kaanuu qoliilam minal-laili maa yahja’uun “mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;” QS. Az-Zariyat 51 Ayat 17. وَبِا لْاَ سْحَا رِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ wa bil-as-haari hum yastaghfiruun “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah.” QS. Az-Zariyat 51 Ayat 18. Ghunnah اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Cara membaca ghunnah yaitu huruf nun dibaca dengung ditahan antara 2-3 harakat. Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Mim, tandanya ada sukun. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah. Panjang mad thabi’i yaitu 1 alif dua harakat. “Contoh Idgham bighunnah” Idgham bighunnah فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah dan fathah berdiri diatas huruf Nun. Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin kasrah menghadapi huruf Wawu, lalu bacaannya didengungkan. Mad aridl lissukun bila dibaca waqaf, sebab mad thabi’i Wawu mati setelah dlommah menghadapi huruf hidup lalu dibaca waqaf. Panjang mad aridl lissukun adalah 2, 4 atau 6 harakat. Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 16 “Pengertian Mad Badal” Mad badal اٰخِذِيْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Mad badal, sebab berkumpulnya huruf Hamzah dengan huruf mad dalam satu kata Alif fathah berdiri, panjang mad badal yaitu 1 alif dua harakat. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah. Mad jaiz munfashil, hukum bacaan ra مَاۤ اٰتٰٮهُمْ رَبُّهُمْ ۗ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad jaiz munfashil, sebab mad ashli mad thabi’i, yaitu huruf Alif mati setelah fathah menghadapi huruf hamzah pada lain kata. Panjang mad jaiz munfashil antara 2-5 harakat. Mad badal, sebab berkumpulnya huruf Hamzah dengan huruf mad dalam satu kata Alif fathah berdiri. Mad ashli mad thabi’i, sebab fathah berdiri diatas huruf Ta. Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf Ra. Cara membaca idzhar syafawi yaitu huruf mim mati dibaca jelas tidak dengung. Huruf Ra dibaca tafkhim tebal, sebab berharakat fathah. Idzhar syafawi اِنَّهُمْ كَا نُوْا Tajwid pada kata diatas adalah Ghunnah, sebab huruf Nun ditasydid. Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf Kaf. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah dan wawu mati setelah dlommah. “Hukum Qolqolah” Qolqolah sughra قَبْلَ Tajwid pada kata diatas adalah Qolqolah sughra, sebab huruf qolqolah yaitu Ba sukun asli. ذٰلِكَ Tajwid pada kata diatas adalah Mad ashli mad thabi’i, sebab fathah berdiri diatas huruf Dzal. مُحْسِنِيْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Mad aridl lissukun bila dibaca waqaf, sebab mad thabi’i Ya mati setelah kasrah menghadapi huruf hidup lalu dibaca waqaf. Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 17 “Pengertian Mad Thabi’i” Mad thabi’i كَا نُوْا Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah dan wawu mati setelah dlommah. Haraf lin قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ Tajwid pada kalimat diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf ya mati setelah kasrah. Idgham bighunnah idgham ma’al ghunnah, sebab tanwin fathah menghadapi huruf Mim. Haraf lin huruf lin, sebab huruf Ya mati setelah fathah. مَا يَهْجَعُوْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Mad aridl lissukun bila dibaca waqaf, sebab mad thabi’i Wawu mati setelah dlommah menghadapi huruf hidup lalu dibaca waqaf. Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 18 “Hukum Alif Lam” Alif lam qomariyah وَبِا لْاَ سْحَا رِ Tajwid pada kata diatas adalah Alif lam qomariyah, sebab alif lam menghadapi huruf Hamzah, tandanya ada sukun. Mad thabi’i mad ashli, sebab huruf alif mati setelah fathah. Huruf Ra dibaca tarqiq tipis, sebab berharakat kasrah. Mad aridl lissukun هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ Tajwid pada kata diatas adalah Idzhar syafawi, sebab Mim mati menghadapi huruf Ya. Mad aridl lissukun bila dibaca waqaf, sebab mad thabi’i Wawu mati setelah dlommah menghadapi huruf hidup lalu dibaca waqaf. Panjang mad aridl lissukun adalah 2, 4 atau 6 harakat. Demikianlah uraian hukum tajwid surat Adz Dzariyat ayat 15-18 semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan. Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 15Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 16Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 17Tajwid surat Adz Dzariyat ayat 18
wabil ashari hum yastaghfiruun